Pembukaan Kelas Pemikiran Gus Dur | The Wahid Institute-PB PMII | Jumat 10 Mei 2013 | pkl 14.00-17.00 | Narsum; Dr. Rumadi & Syaiful Arif



Berita

Selasa, 17 Januari 2012 10:56

Ciputat.Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid menghadiri acara bertajuk Semalam Bersama Gus Dur pada Jumat malam (13/1). Acara tersebut merupakan haul kedua Gus Dur, berlangsung di Hall Student Center Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang.

Ketika Sinta Nuriyah hadir beserta rombongan, gerimis turun. Terpaksa mantan Ibu Negara itu dinaikkan ke tribun di belakang hadirin. Serentak ratusan mahasiswa diminta balik kanan oleh pembawa acara, Wong Zolim.

Dari tribun, dia berpidato selama 15 menit. Menurutnya, akhir-akhir ini  muncul ungkapan Gus Dur itu hanya pulang, bukan pergi. Ungkapan itu penghibur hati,  memperkuat sikap dan semangat untuk melanjutkan perjuangan Ketua Umum PBNU periode 1984-1999.

Sinta Nuriyah juga mengomentari kondisi bangsa. Ia berpendapat, keadaan bangsa carut-marut. Itu disebakan ulah elit politik yang tidak memikirkan nasib rakyatnya.

"Karena itulah masyarakat rindu akan sosok pemimpin, seseorang yang memberikan pengayoman, seseorang yag bisa merasakan penderitaan masyarakat sebagaimana yang ditunjukkan Gus Dur," tegasnya.

Ia kemudian menyimpulkan, Gus Dur adalah mata air sumber inspirasi bagi siapa saja yang peduli terhadap penegakkan harkat dan martabat kemanusiaan.

"Tidak ada penghormatan yang lebih tinggi kepada Gus Dur, kecuali meneruskan perjuanganya, yaitu menegakkan keadilan, merawat demokrasi dan pluralisme, serta menjaga nilai-nilai kemanusiaan sebagai perwujudan dari Islam rahmatan lil 'alamin," simpulnya.

Hadir pada kesempatan itu Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur, dan sahabat-sahabat Gus Dur; diantaranya Bondan Gunawan, Adhi Massardi, dan AS. Laksana. Acara dimeriahkan tetabuhan hadrah, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN, pentas musik Ivan Nestorman dan pembacaan puisi Hendri Yetus Suswono.

Sinta Nuriyah menyimak rangkaian acara. Bahkan sempat menonton pagelaran wayang kulit Kampung Sebelah yang dimulai pukul 22.30. Pagelaran besutan Ki Jlitheng Suparman, dalang asal Solo, Jawa Tengah itu melakonkan Tragedi Jual Beli Mimpi.

Haul kedua Gus Dur tersebut diselenggarakan beragam organisasi mahasiswa, forum studi di Ciputat dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN.

Sumber: nu.or.id | 15/01/2012 13:08