Sensitivitas simbolik keberagamaan yang terlampau tinggi sering menjebak masyarakat hingga mudah tersinggung. “Simbol” tersebut ditempatkan lebih tinggi ketimbang substansi.
Buku ini sesungguhnya merupakan bagian kedua dari sebuah trilogi ambisius yang mau melacak dan memerikan proses Islamisasi Jawa sejak abad XIV sampai sekarang.