Berbela-rasa bukan sekadar merasa solider dengan penderitaan orang lain, tetapi menyediakan diri untuk hadir, turut merasa, atau bahkan menjadikan penederitaan orang lain sebagai penderitaan dirinya.
Sejarah telah membuktikan bahwa sejarah agama, terutama agama samawi, senantiasa diwarnai berbagai kasus kekerasan dan pada masa modern kekerasan itu biasanya dilakukan dengan bom bunuh diri.
Agama telah dimaknakan sebagai institusi pelayanan terhadap Tuhan (teosentris) yang dijauhkan dari orientasi pelayanan terhadap manusia (antropo-sentris).
Buku ini sesungguhnya merupakan bagian kedua dari sebuah trilogi ambisius yang mau melacak dan memerikan proses Islamisasi Jawa sejak abad XIV sampai sekarang.