|
WAHID Institute diluncurkan secara resmi pada tanggal 7 September 2004 di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta. Meski demikian pergulatan ide, penyelenggaraan kegiatan dan pengurusan administrasi di pemerintah telah dirintis kurang lebih satu tahun sebelumnya.
Pergulatan ide itu dimulai sejak didirikannya website Abdurrahman Wahid www.gusdur.net pada 17 Agustus 2001; peluncuran buku Birografi Gus Dur versi bahasa Indonesia dan website pribadi Gus Dur versi Inggris pada 3 Juli 2003, keduanya di Jakarta. Kemudian disusul dengan kegiatan-kegiatan sebelum peluncuran.
Pada peluncurannya, WAHID Institute mengundang kolega dan jaringan yang sudah dibangun sebelumnya. Disamping Gus Dur sendiri, dalam acara peluncuran tersebut sejumlah tokoh dari dalam maupun luar negeri, tampil menyampaikan harapannya terhadap lembaga ini. Di antaranya, Susilo Bambang Yudhoyono yang ketika itu kandidat presiden; Prof. Nasr Hamid Abu Zayd, intelektual kelahiran Mesir yang kini mukim di Belanda; Dr. H. A. Syafi’i Ma’arif, Ketua Umum PP. Muhammadiyah; Dr. Moeslim Abdurrahman, Ketua PP. Muhammadiyah; KH. Dian Nafi’, kiai muda pemimpin pesantren Al-Muayyad, Solo, Jawa Tengah ( peluncuran klik di sini). Peluncuran dilanjutkan dengan seminar sehari, pada hari berikutnya ( seminar klik di sini).
Visi
The WAHID Institute bertujuan untuk mewujudkan prinsip-prinsip dan cita-cita intelektual Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk membangun pemikiran Islam moderat yang mendorong terciptanya demokrasi, pluralisme agama-agama, multikulturalisme dan toleransi di kalangan kaum Muslim di Indonesia dan seluruh dunia.
Missi
The WAHID Institute mengemban komitmen menyebarkan gagasan Muslim progresif yang mengedepankan toleransi dan saling pengertian di masyarakat dunia Islam dan Barat. Institut juga membangun dialog di antara pemimpin agama-agama dan tokoh-tokoh politik di dunia Islam dan Barat.
Program-Program
-
Kampanye Islam, Pluralisme dan Demokrasi
The WAHID Institute memfasilitasi komunikasi dan kerjasama antara intelektual Muslim dengan non-Muslim yang berminat terhadap perkembangan Islam dan masyarakat Muslim, juga agama-agama dan kepercayaan, melalui penerbitan website, menyelenggarakan diskusi dan konferensi, serta merilis briefing tentang Islam dan isu-isu strategis secara berkala;
-
Penerbitan dan Perpustakaan
The WAHID Institute mendorong tersosialisasi dan terpublikasikannya gagasan-gagasan yang mendukung kampanye Islam, pluralisme dan demokrasi. Menerjemahkan naskah-naskah tersebut dari Bahasa Inggris dan Arab ke Bahasa Indonesia, dan sebaliknya.
The WAHID Institute juga membangun perpustakaan yang melayani aktivis Muslim, intelektual dan peneliti yang dirintis dari karya-karya dan pustaka koleksi pribadi Abdurrahman Wahid.
-
Capacity Building untuk Jaringan Muslim Progresif
The WAHID Institute melakukan pemetaaan gerakan Islam untuk mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai unsur-unsur terpenting civil Islam di Indonesia. Berbagai infomasi tentang person, kelompok dan gerakan disusun menjadi database yang komprehensif guna mendukung terciptanya jaringan para pelaku gerakan, organisasi maupun individu.
-
Pendidikan
Memberi kesempatan kepada generasi muda dari seluruh Indonesia yang memiliki pengetahuan cukup mengenai Islam untuk mengikuti belajar bersama selama 5-6 bulan tentang pemikiran dan gerakan Muslim progresif yang dipersiapkan oleh institut.
Organisasi
The WAHID Institute digagas oleh:
K.H. Abdurrahman Wahid
Dr. Gregorius James Barton
Yenny Zannuba Wahid
Ahmad Suaedy
Direktur: |
|
|
Sesepuh: |
Yenny Zannuba Wahid |
|
|
K.H. M. A. Sahal Mahfudz |
|
|
|
Prof Dr. Nurcholish Madjid |
Direktur Eksekutif: |
|
|
K.H. A. Mustofa Bisri |
Ahmad Suaedy |
|
|
Dr. Alwi Abdurrahman Shihab |
|
|
|
Prof . Nasr Hamid Abu Zaid |
Staf: |
|
|
Prof. Abdullahi Ahmed An-Naim |
Ainun Chomsun |
|
|
Prof. Mitsuo Nakamura |
Gamal Ferdhi |
|
|
Luhut B. Panjaitan |
Widhi Cahya |
|
|
Wimar Witoelar |
M. Subhi Azhari |
|
|
|
Rifa Ilyasa |
|
|
Pengawas : |
Nurul Huda Ma'arif |
|
|
Drs. M. Sobary, MA |
Du'aa |
|
|
Dr. Moeslim Abdurrahman |
|
|
|
Prof. Dr. Mahfud, MD |
Outsource: |
|
|
Lies Marcoes Natsir, MA |
Christopher Paul Holm (editor copy) |
|
|
Dr. Syafii Anwar |
Arif Hakim Budiawan (translator) |
|
|
dr. Umar Wahid |
|
|
|
Yahya C. Staquf |
|
|
|
Adhie M. Massardi |
|
|
|
Prof. Dr. Sue Kenny |
Rekanan
Siane Indriani, Priya Sembada, KH. Hussen Muhammad, Rm. Benny Susetyo, JH Wenas, Acep Zamzam Noer, M. Syafiq Hasyim, Farha Ciciek, A. Rumadi, Marzuki Wahid, Bisri Effendy, Trisno S. Sutanto, M. Jadul Maula, M. Imam Aziz, Abdul Moqsith Ghazali, Masykur Maskub, Hikmat Budiman, Mufti Makarim al-Akhlaq.
No. Rekening
Yayasan Lembaga Abdurrahman Wahid
(The WAHID Institute)
070-00-0427268-3
Bank Mandiri cabang Bidakara, Jakarta Selatan. |