Nama Organisasi: Jaringan Islam Liberal (JIL) – Islamic Libral Network.
Bentuk Organisasi: Yayasan
Tempat tanggal lahir: Jakarta, 8 Maret 2001
Alamat lengkap: Jl Utan Kayu 68H Jakarta
Telp.: 021-8573388
Fax.: 021-8567811
Email:
redaksi@islamlib.com atau nong@islamlib.com
website: http://islamlib.com
JIL merupakan lembaga non pemerintah yang memiliki
konsen utama di bidang pemikiran sosial keagamaan.
Kemunculan organisasi ini di awal tahun 2001 lebih
didorong oleh kenyataan menguatnya kelompok-kelompok
fundamentalisme Islam di Indonesia. Kemunculan paham
fundamentalisme ini tampak semakin menghawatirkan
ketika diikuti dengan munculnya lasykar-lasykar Islam,
yang dengan menggunakan atribut-atribut Islam justru
memprovokasi masyarakat untuk melakukan tindak-tindak
kekerasan.
JIL yang dimotori oleh sejumlah kaum muda
berlatarbelakang pesantren namun berpandangan liberal
ini pun mengibarkan tekad untuk memfokuskan kegiatan
pada tiga aspek utama. Pertama, membendung munculnya
fundamentalisme Islam. Kedua, mencegah munculnya
kekerasan yang mengatasnamakan agama (Islam). Ketiga,
mengembangkan demokrasi, mempromosikan pentingnya
menghargai HAM dan mengembangkan paham Islam Liberal
yang toleran, pluralis dan emansipatif.
Gagasan-gagasan tersebut dielaborasi oleh JIL dalam
sejumlah kegiatan. Diantaranya adalah, sindikasi media
di Jawa Pos dan jaringannya serta koran-koran lokal
lainnya, menggelar Talk Show di 40 Radio swasta di
Jakarta dan daerah lain, mengelola Website
www.islamlib.com, Penerbitan Buku dan majalah, serta
menggelar diskusi di kampus-kampus dan pesantren.
Meski demikian JIL juga tidak segan menggelar kegiatan
dalam bentuk lain seperti unjuk rasa atau demonstrasi
dengan mengusung isu-isu kemanusiaan, dan dalam forum
yang terbatas juga menggelar Workshop.
Dalam menjalankan program-programnya, JIL yang saat
ini hanya didukung oleh 10 personel, menjalin
kerjasama dengan berbagai mitra diantaranya penerbit
media, seperti Koran, Radio dan jumlah kampus-kampus
mahasiswa dan NGO-NGO lainnya. JIL juga menjalin
kerjasama dengan Mitra Funding Agency, yaitu antara
lain The Asia Foundation.
Secara internal JIL merasa bahwa saat ini ada sejumlah
kendala yang dihadapi organisasi JIL. Dua kendala
utama yang ada adalah menyangkut dana dan SDM. Karena
itu jika ada tawaran bantuan peningkatan capacity
building, JIL akan memprioritaskan program tersebut
untuk peningkatan kemampuan dan potensi SDM dan juga
untuk membenahi infrastruktur kantor dan jaringan
beserta fasilitasnya. |