|
Nama Organisasi: Lembaga Kajian Islam dan Sosial (The Institute for
Islamic and Social Studies)
Bentuk organisasi: Yayasan
Tanggal dan tempat berdiri: 3 September 1993 di
Yogyakarta.
Alamat lengkap: Jl. Pura I/1 Sorowajan, Banguntapan,
Bantul
Telp: (0274) 524901
Fax: (0274) 524901
Email: lkis@lkis.or.id atau lkis@indosat.net.id
LkiS, Yogyakarta selama ini lebih dikenal masyarakat luas sebagai penerbit buku-buku Islam progresif dan transformatif. Tetapi sebenarnya LKiS sendiri lebih dari sekadar penerbit buku. Ia adalah LSM yang memiliki konsen di banyak bidang. Paling tidak selama ini ada tiga
keprihatinan utama LKiS. Pertama, lemahnya Civil
Society di Indonesia. Kedua, tingginya tingkat
intoleransi di masyarakat. Ketiga, tingginya tingkat
konflik di berbagai lapisan masyarakat. Sementara
isu-isu utama yang sedang ditekuni LKiS saat ini
mencakup masalah demokratisasi, pluralisme, dan wacana
antikekerasan.
Adapun kegiatan-kegiatan utama yang sedang dilakukan
LKiS saat ini adalah; pertama, penerbitan bulettin
Al-Ikhtilaf, media penyebaran nilai-nilai
transformatif dan toleran dalam Islam. Kedua, pilot
Project Islam Transformatif dan Toleran di Probolinggo
dan Tasikmalaya. Ketiga, Belajar Bersama, sebagai
wadah memperbincangkan gagasan-gagsan transformatif
dan toleran dalam Islam. Keempat, Penerbitan buku-buku
mengandung nilai-nilai Islam yang transformative dan
toleran. kegiatan-kegiatan lain yang bersifat
mendukung adalah: menggelar talkshow yang mengangkat
tema Islam Transformatif dan Toleran di TVRI
Yogyakarta, menggelar kajian-kajian untuk memperkuat
basis teoretis dan capacity building staf, dan juga
mengembangkan media audiovisual untuk advokasi.
Dalam menjalankan program-programnya, lembaga yang
didukung 30 orang ini menjalin kerjasama dengan
berbagai mitra, seperti Perguruan Tinggi, Pesantren
dan NGO-NGO daerah. LKiS juga memiliki Mitra Funding
Agency yaitu USAID, The Asia Foundation, dan The Ford
Foundation melalui ISEC, Boston University, AS. Di
Yogyakarta sendiri LKiS telah menjalin satu jaringan
yang cukup intensif dengan beberapa LSM diantaranta
adalah Islam and Civil Society Network, Forum LSM
Yogyakarta, Jaringan Dialog Antariman, Jaringan
Masyarakat Santri untuk Rekonsiliasi, Jaringan Media
Komunitas untuk Pluralisme.
Sebagai organisasi yang semakin dituntut untuk
bertindak profesional, LKiS merasakan ada sejumlah
kelemahan dalam melaksanakan program, yaitu menyangkut
kapasitas sumberdaya manusia yang seringkali kurang
memadai dan juga sumberdaya finansial yang terbatas.
Karena itu seandainya ada tawaran bantuan peningkatan
capacity building, maka LKiS akan memanfaatkan program
tersebut untuk melakukan perluasan wawasan para staf
dengan studi banding, meningkatan kemampuan manajerial
staf dan peningkatan kemampuan teknis staf. |