|
Nama Organisasi: Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR)
Bentuk organisasi: Yayasan
Tanggal dan tempat berdiri: 17 April 1999, di Makassar
Alamat lengkap: Jl.Toddopuli X No.16 Makassar
Telp: 0411-457513
Fax: 0411-457513
Email: laparmks@indosat.net.id
Meski pada mulanya hanya menaruh konsen pada bidang
pendidikan, namun segera setelah berdiri LAPAR
menunjukkan keprihatinannya pada banyak bidang.
Diantaranya adalah pertama, ikut berkiprah
mengembangkan wacana pluralisme di tengah masyarakat.
Kedua, penguatan dan penyadaran masyarakat sipil
(civil society). Ketiga, mendorong ditegakkannya
demokrasi dan HAM, dan Keempat, pengembangan
kebudayaan lokal. Adapun isu-isu utama yang sedang
ditekuni LAPAR saat ini adalah berkenaan dengan
masalah pluralisme, penguatan dan penyadaran
masyarakat sipil, demokrasi dan HAM, serta advokasi
hak-hak komunitas lokal.
Gagasan-gagasan tersebut dilaksanakan LAPAR dalam
beberapa format kegiatan. Pertama, sosialisasi gagasan
pluralisme melalui penerbitan bulletin Jum’at. Kedua,
penelitian dan mapping kebudayaa lokal. Ketiga,
kampanye dan sosialisasi budaya lokal melalui radio
dan Koran. Keempat, pendampingan Masyarakat Marginal
(Kota-Desa). Adapun kegiatan-kegiatan lain yang
bersifat mendukung adalah; pertama, belajar bersama
tentang Analisis Wacana, Kritik Nalar agama dan
analisis gender. Kedua, belajar bersama tentang
epistemology, pengorganisasian rakyat, investigasi dan
pemetaan dan analisis kebijakan.
Dalam menjalankan program-programnya, lembaga yang
didukung oleh 14 anggota ini menjalin kerjasama dengan
beberapa pihak, diantaranya, Lembaga Kajian Islam dan
Sosial (LKiS) Yogjakarta, Desantara Jakarta, Harian
Pedoman Rakyat (PERS), KIKIS Jakarta, WALHI, JARI
Jakarta, Radio Gamasi Makassar, Radio As’Adiyah Kab.
Sengkang, Radio Suara Sawerigading Kab. Polmas, Radio
Kab. Bambapuang Sidrap, SAWIT Watch Bogor, dan
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Selain itu LAPAR
juga h mempunyai sejumlah Mitra Funding Agency, yaitu:
Yayasan Pemulihan Keberdayaan Masyarakat (PKM)
Jakarta, 2000-2002, The Asia Foundation (TAF) Jakarta,
2000-2003, IUCN Belanda-Sawit Watch, 2002, Grass Root
Foundation, Jerman, 2002.
Dalam kiprahnya yang baru berjalan empat tahun, LAPAR
sudah berhasil membangun jaringan dengan sejumlah
kalangan di wilayah Makasar. Diantaranya adalah
Forum-Forum Mahasiswa, Organisasi Rakyat Petani dan
Nelayan, Himpunan Pedagang Kaki Lima (HPKL) Daya
Makassar, GeRaK (Gerakan Rakyat Karuwisi) Makassar,
komunitas Masyarakat Adat, Komunitas Adat Kajang Kab.
Bulukumba, Komunitas To Lotang Kab. Sidrap, Komunitas
Bissu Kab. Pangkep, Komunitas Haji Bawakaraeng Kab.
Pangkep, Komunitas Cerekang Palopo, Komunitas Cikoang
Takalar, Komunitas Karampuang Sinjai.
Dalam menjalankan program-programnya LAPAR menghadapi
beberapa kesulitan, diantaranya, pertama: durasi Waktu
program yang rata-rata sangat singkat (satu tahun)
sementara output yang ingin dicapai masih banyak.
Kedua, sumber daya manusia yang masih terbatas
sementara beban kerja semakin bertambah. Ketiga,
kurangnya sarana pendukung bagi pelaksanaan program di
lapangan. Karena itu, jika ada tawaran bantuan
peningkatan capacity building, LAPAR akan
memprioritaskan kesempatan itu untuk, Pertama,
peningkatan sumber daya manusia bagi staff (Magang,
Training, dll sesuai dengan kebutuhan lembaga). Kedua,
melengkapi sarana pendukung bagi aktivitas di
lapangan. |