|
Nama Organisasi: Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI)
Bentuk organisasi: Yayasan
Tanggal dan tempat berdiri: Ciputat, 27 Februari 1996
Alamat lengkap: Jl. Semanggi II Gg. Kubur No. 44 Rt. 02/03, Ciputat Tangerang 15412
Telp.: 021-7402618, 9227463
Fax.: 021-9227463
Email: ls-adi@plasa.com
Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI), adalah lembaga yang menaruh keprihatian utama pada dua aspek; Demokratisasi Indonesia dan Pluralisme serta Inklusifisme Islam. Demokratisasi Indonesia dan inklusifisme Islam, bagi LS-ADI merupakan dua hal pokok yang tak bisa ditawar lagi untuk diperjuangkan dan ditegakkan dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan.
Begitu mendasarnya kedua hal di atas bagi para eksponen LS-ADI, sehingga mereka menggagas sejumlah kegiatan dengan mengusung tiga tema utama: Agama dan Demokrasi, Globalisasi dan Utang dan Militerisme dan Militerisasi Sipil. Gagasan-gagasan ini kemudian dielaborasi dalam beberapa kegiatan utama seperti Penerbitan Buletin Jum’at untuk Masjid di Jakarta, Pemberdayaan Jaringan Remaja Masjid, dan Aksi dan Advokasi isu-isu Nasional. Kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan adalah Pelatihan Advokasi Mahasiswa, Advokasi RUU Anti Terorisme dan Militerisme dan Pendidikan Gratis untuk Pemulung.
Dalam menjalankan program-programnya lembaga yang didukung oleh sekitar 60 aktivis ini menjalin kerjasama dengan sejumlah mitra antara lain Ikatan Remaja Masjid di Jakarta (12 IRMA), ISAI, Koalisi Anti Utang (KAU), Koalisi untuk Keselamatan Masyarakat Sipil, Koalisi Anti Penindasan Buruh (KAPB). Dalam berbagai kegiatan tersebut LS-ADI baru memiliki satu Mitra Funding Agency yaitu The Asia Foundation.
Beberapa organisasi yang selama ini telah berjaringan dengan LS-ADI antara lain Lakpesdam NU, IRM (Ikatan Remaja Muhammadiyah), PII (Pelajar Islam Indonesia), ISAI, Imparsial, Kontras, IKOHI (Ikatan Orang Hilang Indonesia), LMND (Liga Mahasiswa Nasional Demokrat), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, FNPBI (Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia).
Sebagai lembaga yang mulai memiliki banyak kegiatan, LS-ADI memiliki sejumlah kesulitan organisasi ketika melaksanakan program, diantaranya adalah lemahnya kemampuan berbahasa Inggris, lemahnya Sumber Daya Manusia dan juga minimnya sumber dana. Karena itu jika ada tawaran bantuan peningkatan capacity building, LS-ADI akan memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya kemampuan Bahasa Inggris, pelatihan-pelatihan capacity building, pembenahan infrastruktur dan suprastruktur. |