|
Nama Organisasi: MADIA (Masyarakat Dialog Antar Agama)
Bentuk Organisasi: Yayasan
Sekretariat: Jl. Imam Bonjol 39, Jakarta 10310
Telp. (62-21) 31907223
Faks. (62-21) 31907221
e-mail: shakti@indo.net.id; madiajkt@indo.net.id
Cyberforum: madia-info@egroups.com
MADIA (Masyarakat Dialog Antar Agama) merupakan lembaga yang memiliki konsen utama di bidang dialog antaragama. Gagasan awal berdirinya MADIA muncul dari sejumlah orang dari berbagai lembaga keagamaan yang berbeda-beda: Paramadina, KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), Litbang PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Jakarta, dan KAIROS (Majalah Kristiani). Dalam sebuah pertemuannya tanggal 10 November 1995 mereka yang berkumpul tersebut kemudian menjalin ikatan bersama dalam MADIA.
MADIA lahir karena didorong oleh keprihatinan makin kuatnya sekat-sekat pemisah antar agama dan kepercayaan di tanah air. MADIA prihatin bahwa perjumpaan berbagai agama dan kepercayaan di tanah air seringkali diwarnai oleh rasa saling curiga, sikap mengunggulkan diri sendiri dan merendahkan pihak lain, oleh konflik-konflik yang menanamkan pengalaman traumatis, maupun oleh pandangan-pandangan teologis yang bersikap eksklusif penuh keangkuhan. Kesadaran itulah yang mendorong MADIA untuk mengupayakan langkah-langkah konkret bagi terjadinya dialog antaragama dan kepercayaan. Dialog itu secara perlahan namun pasti terus diupayaka MADIA. Beberapa dialog yang pernah dilakukan antara lain di PGI di Salemba, dan kemudian diikuti masuknya para penganut Khonghucu, Buddha, tradisi Spiritualitas Brahma Kumaris. Pada pertemuan-pertemuan tersebut terjadi dialog menyangkut berbagai persoalan teologis dan filosofis masing-masing agama dan kepercayaan. Melalui cara demikian para aktivis MADIA belajar untuk makin memahami tradisi spiritualitas dan warisan teologi pihak lain.
Pengalaman MADIA mungkin telah memperkaya dan memperluas penghayatan iman serta kepercayaan kami masing-masing. Tetapi sebenarnya melalui kegiatan-kegiatan tersebut MADIA juga mengorientasikan programnya untuk menggarap tiga bidang sekaligus; agama, sosial dan kemasyarakatan. Pada bidang agama diharapkan dapat meningkatkan dan memperkuat pemahaman, penghayatan, dialog antar agama dan kesediaan untuk menerima pluralitas kehidupan keberagamaan secara ikhlas; di bidang sosial diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial di atas landasan nilai kemanusiaan yang mulia; dan di bidang kemasyarakatan diharapkan mampu membangun budaya yang lebih beradab, maju, menjunjung tinggi moralitas dan profesionalisme.
MADIA yang sehari-hari ditangani oleh 6 orang aktivis, namun didukung belasan tokoh seperti Djohan Effendi, Daniel Dhakidae dan Komaruddin Hidayat ini, hingga sekarang terus menjalankan programnya untuk mewujudkan terjadinya dialog agama-agama dalam tantangan kemajemukan budaya, antara lain di Jakarta, Bandung, Medan dan Manado. |