|
Nama Organisasi: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M)
Bentuk organisasi: Perkumpulan
Tanggal dan tempat berdiri: Jakarta, 18 Mei 1983
Alamat lengkap: Jl. Cililitan III/12 Kramatjati, Jakarta Timur
Telp. 62 (21) 809-1617;
Fax: 809-1617;
Email: pemnet@idola.net.id
Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), merupakan organisasi non pemerintah (Ornop) yang menaruh perhatian utama pada pengembangan pesantren dan masyarakat. Dari segi usia, boleh dikatakan P3M merupakan LSM yang tergolong perintis bagi kemunculan LSM-LSM lain di Indonesia di kemudian hari. Meski mengkonsentrasikan diri pada pengembangan pesantren dan masyarakat, tetapi banyak aspek yang menjadi keprihatinan P3M sejak awal kelahirannya hingga kini. Diantaranya adalah mengenai Tafsir Islam dan masalah-masalah Sosial Politik, seperti kasus korupsi, money politic, dan public budget (anggaran negara).
Berbagai keprihatinan tersebut telah mendorong P3M untuk terus mengangkat beberapa isu utama yang terus ditekuni hingga saat ini, yaitu meliputi tiga hal: Islam Emansipatoris, Gerakan anti-korupsi berbasis pesantren, dan Pemberdayaan pemerintahan santri. Beberapa gagasan utama tersebut kemudian dielaborasi oleh P3M dalam beberapa format kegiatan, seperti training, seminar, bedah kasus, talkshow, Penerbitan (Buletin dan Majalah). Selain itu P3M juga menyelenggarakan beberapa kegiatan lain seperti advokasi pelayanan publik untuk wilayah Jakarta, bedah kasus di daerah, seperti kasus tembakau di Jember, dan kasus buruh di Semarang.
Dalam menjalankan program-programnya lembaga yang didukung oleh 29 aktivis ini menjalin kerjasama dengan beberapa mitra seperti PGNU, RMI, dan Pesantren. Beberapa Mitra Funding Agency P3M antara lain The Ford Foundation, Partnership dan The Asia Foundation. Beberapa organisasi yang selama ini sudah berjaringan dengan P3M adalah ICW, PSPK/FITRA, Lakpesdam NU, YLBHI, BISMI, DebtWacth, INFID, IIIT dan PBNU. Sebagai lembaga yang relatif sudah mapan, P3M secara infrastruktur maupun suprastruktur tak banyak mengalami kesulitan dalam menjalankan program-programnya.
Kalau pun ada kesulitan organisasi tampaknya lebih pada soal teknis di P3M seperti jadwal kegiatan antar departemen, dan juga soal Konstituen: yaitu beberapa peserta training yang kurang memenuhi syarat. Tetapi jika ada tawaran bantuan peningkatan capacity building maka P3M akan memanfaatkan program tersebut untuk peningkatan SDM, seperti memberikan dukungan dana bagi para karyawan untuk melanjutkan kuliah baik untuk jenjang master (S2) maupun doktoral (S3). |