|
Untitled Document
Monthly Report on Religious Issues
| |
|
|
 |
|
Monthly Report Edisi XIII (Agustus 2008)
Dalam Monthly Report edisi ini, dua kasus penodaan agama, yaitu Ishak Suhendra di Tasikmalaya dan Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Kisruh di STT Setia Jakarta, Majelis Mujahidin, aksi sweeping menjelang dan Ramadhan. Isu-isu keagamaan agaknya akan senantiasa menjadi isu publik yang tak ada habisnya. |
 |
|
Monthly Report Edisi XII (Juli 2008)
MUI merubah paradigmanya, dari pelayan penguasa menjadi “pelayan umat”. Perubahan paradigma ini sebenarnya cukup baik.Hal ini menunjukkan MUI menyadari kekeliruannya selama ini. Edisi ini melaporkan kasus erotisme yang mendapat tentangan di banyak daerah. Isu Kristenisasi masih menjadi isu penting, kali ini terjadi di Cirebon, sebuah stasiun TV yang belum tayang sudah didemo sekelompok massa karena diduga akan dipakai untuk kristenisasi. Sebagai penutup, diskriminasi terhadap komunitas Parmalin di Sumatera Utama juga kami laporkan. |
|
|
Monthly Report Edisi XI (Juni 2008)
Di samping SKB, kami juga melaporkan sejumlah kasus lain, seperti aksi FPI di Lamongan Jatim yang menyiram seorang penjual tuak. Tampakya hobi FPI melakukan aksi-aksi premanisme terus berlanjut. Lagi-lagi aparat keamanan setempat tidak pernah mengambil tindakan terhadap mereka. Kasus-kasus lain seperti larangan siswi SMK berfoto memakai jilbab, usulan agar Lia Eden ditangkap lagi, soal nabi palsu dan sebagainya juga kami laporkan. Ada juga hal menarik, jika di berbagai daerah sedang berlomba untuk membuat perda bernuansa agama termasuk perda zakat, Bupati Sinjai justru menolaknya. |
|
|
Monthly Report Edisi X (Mei 2008)
Komando Laskar Islam (FPI-HTI) menyerbu aksi damai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di silang Monas Jakarta (1/6/08). Aksi untuk memperingati hari lahir Pancasila itu batal digelar, karena sebelum acara dimulai pasukan KLI menyerang secara membabi buta. Korban berjatuhan. Anak-anak, perempuan banyak yang menjadi korban. Kecaman atas aksi FPI terjadi dimana-mana hingga tuntutan pembubaran FPI terus menggema. |
|
|
Monthly Report Edisi IX (April 2008)
Bakorpakem menjatuhkan rekomendasi pelarangan kegiatan aliran Ahmadiyah di Indonesia. Alasannya hasil monitoring atas 12 pernyataan Jemaat Ahmadiyah dinilai Bakorpakem dilanggar oleh kalangan Ahmadiyah. Rekomendasi Bakorpakem itu diajukan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama dan Jaksa Agung dan ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). |
|
|
Monthly Report Edisi VIII (Maret 2008)
Film pendek berjudul Fitna menyodorkan tontonan ”jorok” seolah Al-Qur’an adalah pemicu kekerasan dan teror dunia. Selain itu dalam edisi ini teror terhadap warga Ahmadiyah serta beberapa kasus lainnya yang menunjukkan potensi ketegangan antar umat bergama masih terjadi di berbagai penjuru. |
|
|
Monthly Report Edisi VII (Pebruari 2008)
Sensitivitas simbolik keberagamaan yang terlampau tinggi seringkali menjebak sebagian masyarakat sehingga begitu mudah tersinggung. “Simbol” keagamaan ditempatkan terlalu tinggi ketimbang substansi. Edisi ini juga melaporkan sejumlah peristiwa seperti Maulid Hijau—sebuah peringatan Maulid Nabi Muhammad yang mengeksplorasi kearifan lokal— di Lumajang, Jatim yang difatwa sesat MUI setempat. |
|
|
Monthly Report Edisi VI (Januari 2008)
Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) yang mengeluarkan keputusan tidak melarang keberadaan Ahmadiyah di Indonesia mendapat perlawanan dari Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang didukung Forum Umat Islam Indonesia (FUII). Dua ormas yang disebut terakhir ini masih terus berusaha menekan Kejaksaan Agung untuk meninjau ulang keputusan Bakorpakem tersebut. Hiruk-pikuk Ahmadiyah ini tampaknya masih akan terus berlanjut memenuhi ruang publik ke depan. |
|
|
Monthly Report Edisi V (Desember 2007)
Mengagetkan! Di era demokrasi seperti sekarang ini masih ada pencekalan. Profesor Nasr Hamid Abu Zayd, seorang pemikir Islam asal Mesir yang sekarang menetap di Leiden Belanda, dicekal oleh Menteri Agama untuk bicara di sebuah kampus di Malang dengan alasan ada tekanan dari ormas Islam. Peristiwa ni menunjukkan, kebebasan berpikir dan berekspresi di Indonesia terancam. Eskalasi penyesatan juga kian subur, seiring terbitnya 10 kreteria sesat yang dikeluarkan MUI. |
|
|
Monthly Report Edisi IV (November 2007)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan 10 pedoman penyesatan kepada masyarakat untuk kelompok-kelompok yang dianggap menyimpang. Masyarakat bereaksi melakukan “operasi” aliran sesat. Di Cirebon aliran Hidup di Balik Hidup
dituduh sesat, kelompok pengajian Nurul Yaqin di Tangerang dan kelompok Dzikir Asmaul Husna diserang, karena dianggap sesat. Kasus
yang paling menonjol adalah keluarnya fatwa MUI perihal sesatnya al-Qiyadah al-Islamiyah, Monthly Report the WAHID Institute edisi kali ini melaporkan isu-isu keagamaan periode
Oktober hingga pertengahan November 2007. |
|
|
Monthly Report Edisi III (Oktober 2007)
Laporan bulanan edisi III (Oktober 2007) ini mendata sejumlah kasus yang terjadi sepanjang bulan September - juga awal Oktober -. Selama periode pelaporan ini, banyak kasus-kasus keagamaan yang muncul, baik menyangkut penyesatan, penyerangan terhadap kelompok tertentu, sampai penyerangan terhadap rumah makan yang tetap buka di siang bulan Ramadhan. Di banding dua edisi sebelumnya, edisi III ini adalah periode pelaporan yang paling banyak memunculkan kasus. Belum lagi, kasus-kasus lain yang tidak tercover dalam laporan ini yang mungkin jauh lebih banyak. |
|
|
Monthly Report Edisi II (September 2007)
Laporan ini dibagi dalam empat bagian yang semuanya melaporkan peristiwa-peristiwa keagamaan yang sempat kami rekam. 1) Soal Bulletin Sapulidi di Samarinda yang sempat membuat geger di wilayah itu; 2) Penyerbuan warga Ahmadiyah yang masih terjadi dan kali ini di Duri Riau; 3) Ketegangan di Lembah Karmel yang nyaris bentrok antara aparat kepolisian dengan sekelompok massa; 4) Kasus tempat ibadah yang terjadi di lima tempat. Banyaknya kasus yang terjadi pada periode pelaporan ini menunjukkan, agama senantiasa menjadi poros penting yang sangat mempengaruhi dinamika sosial, baik dalam arti positif maupun negatif. |
|
|
Monthly Report Edisi I (Agustus 2007)
Sepanjang bulan Mei-Juni 2007, setidaknya ada tiga kasus terkait dengan kebebasan beragama/berkeyakinan yang layak untuk dicatat: Kasus Jamaah Islam Sejati di Lebak Banten; Kasus penyerangan Jemaat Ahmadiyah di Bandung; dan Kasus pembubaran diskusi di Surakarta. |
Arsip Monthly Report English Edition
Klik pada gambar untuk download per edisi atau Klik ke daftar arsip penerbitan the Wahid Institute
Kirim feedback ke kami
|