|
Nama Organisasi: Pusat Studi Dan Pengembangan Kebudayaan (Puspek) AVERROES
Bentuk organisasi: Yayasan
Tanggal dan tempat berdiri: Malang , 20 Mei 1999
Alamat lengkap: Jalan. Candi Sewu 5 A Malang, Jawa Timur
Telp: 0341-492094
Fax: 0341-460017
e-mail: puspek_averroes@yahoo.com
Puspek Averroes, merupakan LSM yang menaruh konsen pada isu-isu kebudayaan. Lembaga ini lahir empat tahun lalu, dengan dibidani oleh sejumlah aktivis kampus dari berbagai perguruan tinggi di Kota Malang . Gagasan awal kelahiran Averroes didorong oleh keprihatinan yang mendalam terhadap situasi yang berkembang di tengah masyarakat, yang saat itu senantiasa diliputi oleh konflik di tingkat akar rumput, grass root.
Averroes melihat ada tiga persoalan besar yang melatarbelakangi munculnya peristiwa-peristiwa itu. Pertama, akibat relasi yang bersifat paternalisitik yang terjadi di kalangan masyarakat luas, ditambah dengan aspek kesejarahan di masa lalu yang tidak pernah dituntaskan sampai sekarang ini. Dalam situasi demikian maka toleransi masyarakat mustahil untuk dibangun. Kedua, derasnya arus kapitalisasi yang dimanifestasikan dalam praktek praktek kebudayaan di masyarakat telah mendorong pergeseran nilai nilai sosial yang berkembang di tingkat lokal yang dianggap sebagai kearifan lokal kini telah menjadi komodifikasi modal. Ketiga, rendahnya nalar kritis dan kemampuan bertahan untuk survive tanpa harus mengakomodasi kekuatan mainstream seperti: agama-agama besar, modal, dan kebijakan negara, contoh: komunitas Tengger.
Karena itu, dewasa ini Averroes memfokuskan program kegiatannya pada beberapa isu utama, yaitu: Pertama, mensosialisasikan wacana demokrasi dan civil society. Kedua, mengelola segenap persoalan kemasyarakatan dengan dasar-dasar pluralisme. Ketiga, membangun wacana pembebasan, wacana kritis, yang mengacu pada khazanah masyarakat itu sendiri. Keempat, melakukan upaya persiapan dan antisipasi serta kreasi baru dalam menghadapi dunia yang semakin mengglobal saat ini.
Beberapa gagasan tersebut oleh Averroes dielaborasi dalam beberapa format kegiatan utama seperti, membangun semangat rekonsiliasi antar elemen masyarakat di Jatim melalui Focus Grup Discusion (FGD) atau acara cara lain yang memungkinkan dan lebih efektif. Averroes juga membangun dialog rutin, baik formal maupun informal dengan berbagai tokoh tokoh agama di Jatim, khususnya di Malang melalui Forum Komunikasi Antar Umat Beragama. Selain itu Averroes juga melakukan advokasi non pararelegal terhadap kelompok kelompok minoritas dan terpinggirikan di Jatim seperti kalangan eks-tapol PKI.
Selain kegiatan utama tersebut, Averroes juga memiliki kegiatan lain seperti penerbitan buku buku Sosial-Humaniora, menyelenggarakan diskusi Rutin Dwi Mingguan Dengan Komunitas NGO di Malang, dan membentuk Forum Penulis Muda di Jatim, khususnya di Malang Dalam menjalankan program-programnya, lembaga yang memiliki 14 personel ini menjalin kerjasama dengan beberapa mitra, antara lain Desantara ( Jakarta ), LPKP (Jatim), IKOHI (Jatim). Sebagai Mitra Funding Agency, Averroes menjalin kerjasama INFID (tahun 2000), ICRP (tahun 2002) dan Desantara (tahun 2003- 2004).
Beberapa lembaga yang selama ini sudah intensif menjadi jaringan kerja Averroes adalah Lembaga Penelitian Korban Peristiwa 65, Jatim, Lembaga Penelitian Korban Kekerasan Orde Baru, Jatim, Ikatan Orang Hilang, Jatim, Forum Lintas Agama, Jatim, Lembaga studi Agama dan Demokrasi (eLsad), Surabaya dan SD Inpers, Jember.
Sebagai lembaga yang relatif masih baru, Averroes merasakan adanya sejumlah kendala dan kesulitan dalam menjalankan program-programnya. Kendala itu antara lain berkenaan dengan Pendanaan Organisasi, Kapasitas Sumber Daya Manusia yang teramat rendah, baik pendidikan formal maupun pengalaman kerja, dan juga alat kelengkapan kerja yang serba terbatas. Karena itu jika ada tawaran bantuan peningkatan capacity building, maka Averroes akan memprioritaskan program tersebut untuk membenahi pendanaan operasional organisasi dan peningkatan Sumber Daya Manusia Organisasi. |