|
Nama Organisasi: Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial
Bentuk organisasi: Yayasan
Tanggal dan tempat berdiri: Boyolali, 23 Januari 1995 Akte Notaris: Heno Erlangga, SH. No. 2 Tahun 1999 Terdaftar di Pengadilan Negeri Boyolali No. W9.DX.HT.01.1001.1999/ PNBI
Alamat lengkap: Bangunharjo Rt 07/II No. A2 Pulisen Boyolali Po Box 130 Boyolali Jawa Tengah Indonesia 57300
Tel/Faks : 0276 324501
E-mail : lkts@indo.net.id
Website : www.ngo.or.id/lkts
LKTS (Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial), merupakan organisasi yang memiliki keprihatinan utama pada malasah diskriminasi Hak Sipil dan Politik (HAM), diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan, dan juga kemiskinan. Melihat situasi seperti ini LKTS kemudian menggagas sejumlah kegiatan yang dimaksudkan untuk dapat mengeliminir praktik-praktik diskriminasi tersebut, di bawah isu-isu: HAM, Hak Asasi Perempuan dan Partisipasi Perempuan serta pengentasan kemiskinan (alleviate poverty).
Beberapa gagasan tersebut dielobarasi dalam beberapa format kegiatan antara lain berupa Rekonsiliasi dan Rehabilitasi Hak Sipil dan Politik, Advokasi dan Penguatan Hak Asasi Perempuan, Pengembangan Sosial dan Ekonomi (Revolving Fund dan Air, Bersih) dan Penguatan Partisipasi Politik Perempuan. Kegiatan-kegiatan lain yang bersifat mendukung kegatan utama tersebut adalah Advokasi pertanahan dan pelayanan publik, Advokasi kasus kekerasan terhadap perempuan, Pelayanan bantuan hukum, Penguatan jaringan pendidikan dasar berbasis madrasah.
Dalam menjalankan program-programnya lembaga yang didukung 15 personel ini menjalin kerjasama dengan beberapa mitra seperti Jaringan SYARIKAT, Jaringan Penguatan Partisipasi dan Hak-Hak Perempuan (JPPHP), WALHI Jateng, BPR YIS, Forum Sapulidi Boyolali, Forum Komunikasi Madrasah Ibtidaiyah (FKMI) Kab. Boyolali. Sebagai Mitra Funding Agency LKTS menjalin kerjasama dengan AIDAB (Kedutaan Australia ), CORDAID (Netherland), Kerken In Actie (Netherland) dan YBKS (Solo). Beberapa organisasi yang selama ini telah berjaringan dengan LKTS antara lain adalah Akarrumput, Kakak, Atma, SpeakHAM, Jaringan Syarikat (18 Kota di Pulau Jawa), Walhi, ICDHRE, Lakpesdam Jombang, Insist, Koalisi Perempuan, LBH APIK, YPKP dan LPKP, Pakorba.
Di luar itu, LKTS juga menjalin sudah menjalin kerjasama dengan hampir semua lembaga pemerintah atau lembaga publik formal seperti DPRD, Bappeda, Pemda, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, PDAM, Kantor PMD (pemberdayaan masyarakat desa), Bagian Pemberdayaan Perempuan Pemda Boyolali. Begitu juga dengan organisasi publik non pemerintah, seperti NU, Muhammadiyah, PHDI, Gereja Kristen dan Katholik, Fatayat, Muslimat, Nasiatul Aisyiah, Aisyiah, Serikat Buruh, Forum Guru, Etnis China, LKTS telah menjalin kerjasama yang baik.
Sebagai organisasi yang memiliki banyak kegiatan, LKTS merasa masih memiliki kendala dan kelemahan dalam menjalankan program-programnya. Diantaranya menyangkut masalah lemahnya manajerial keorganisasian, kualitas SDM, pendanaan dan belum memiliki usaha yang mandiri untuk mendukung keberlangsungan organisasi (fundraising). Karena itu jika ada tawaran bantuan peningkatan capacity building, LKTS akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk peningkatan kapasitas SDM, Peningkatan kemampuan perencanaan dan pengorganisasian program, dan program usaha mandiri. |