header header
header
header

Home
Tentang Kami
Berita dan Agenda
Aktivitas
Opini
Buku
Jaringan
GusDur.Net
Index
 
 
 

Monthly Report XII

Download Center

 
spacer  
Ultah ke-4 the WAHID Institute   
Solidaritas Kaya-Miskin Lemah, Umat Islam Pecah

 

Jakarta, wahidinstitute.org
Umat Islam Indonesia adalah yang paling banyak di dunia. Jumlah yang sangat besar ini seharusnya menjadi kekuatan untuk mencapai kemajuan bersama. Namun kenyataannya, kondisi mereka sangat buruk disebabkan lemahnya solidaritas antar sesama.

Demikian disampaikan Direktur the WAHID Institute Yenny Zannuba Wahid pada acara buka bersama kaum dhu’afa’ bertemakan Puasa Meningkatkan Solidaritas Sesama di kantor the WAHID Institute (TWI) Jl Taman Amir Hamzah No. 8 Matraman Jakarta, Ahad (14/09/08).

Yenny

“Lemahnya solidaritas antara yang kaya dan miskin membuat umat Islam terpecah-terpecah,” ujar Yenny di hadapan ratusan hadirin yang didominasi kaum ibu dan anak usia sekolah.

Kondisi ini, kata Yenny, membuat kekacauan yang efeknya menghambat kemajuan menuju masa depan yang lebih baik.

Prihatin atas keadaan ini membuat Yenny dan lembaganya berinisiatif mengadakan buka bersama dengan mereka yang berasal dari golongan kurang mampu sekaligus pembagian sembako dan alat sekolah.

“Buka bersama ini sebagai simbol adanya solidaritas antar-sesama,” tambahnya.

Selain itu, Yenny juga menekankan bahwa buka bersama adalah upaya ta’awun (saling menolong) antara sesama dalam hal kebaikan, seperti sudah digariskan dalam al-Qur’an.

Yenny yang mengenakan setelan baju warna abu-abu sore itu, juga memperkenalkan TWI pada para hadirin. “TWI adalah yayasan yang bergerak untuk memajukan Islam yang cinta damai, toleran, dan tidak membeda-bedakan manusia satu sama lain,” rincinya.

TWI, ungkapnya, memandang bahwa Islam tidak membeda-bedakan manusia dan menganggap sesama sebagai saudara. “Kalaupun berbeda, itu hanya karena akhlak dan amal ibadahnya,” kata Yenny bersemangat.

Di akhir sambutannya, Yenny secara simbolik membagikan sembako kepada Ibu Fatimah yang bemukim di sekitar Jl. Tambak Matraman. Ibu sepuh ini juga tetangga Nyai Sholichah, nenek Yenny yang terkenal peduli pada kaum papa. Sementara alat tulis diserahkan kepada Iqbal Saputra, anak kelas IV SD dari Matraman.

Sembako juga dibagikan pada 149 ibu lainnya. Demikian juga alat-alat tulis dan tas yang diserahkan pada 149 anak yang lain. Kaum ibu dan anak-anak usia sekolah ini berasal dari kawasan Ciganjur, Kebun Kacang, kolong jembatan, dan warga sekitar kantor TWI yang kurang mampu. Sebagiannya merupakan anak jalanan dan janda.

Sebelum Yenny menutup acara, tampil KH. Ahmad Fahruddin Murodi memberikan mauidzah hasanah. Kiai asal Depok ini mengatakan, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dari Allah. “Kita semua diundang di sini, diberikan buka bersama, dan dibungkusin sembako pas pulang nanti. Semuanya itu berkah,” jelas Kiai Fahruddin .

Keberkahan yang lain, ujarnya, adanya jaminan dari Allah bagi mereka yang antusias menyambut Ramadhan. “Bagi mereka yang berbahagia dengan datangnya Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka,” katanya seraya mengutip sebuah Hadis Nabi.

Dalam ceramahnya selama kurang lebih 20 menit, Kiai Fahruddin meminta doa dari para hadirin agar TWI dan para stafnya selalu dalam lindungan Allah SWT, dan perjuangannya memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia. “Kita juga mendoakan Gus Dur, pendiri TWI, agar senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT,” pungkasnya.[NN]

 
   
spacer
Contact
spacer
spacer
spacer
header